Tampilkan postingan dengan label Movies Propaganda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movies Propaganda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Belajar Propaganda dari Film Captain America ( 2011 ) dan Robocop ( 2014 )

// // Leave a Comment
Mungkin bagi beberapa orang kedua film seperti Captain America dan Robocop merupakan film yang tidak asing bagi kalangan masyarakat dan para penikmat film, apalagi film robocop saat ini masih diputar dan film sequel captain america juga akan diputar tahun ini, namun ada hal - hal menarik yang pantas untuk dibahas yang tentunya berhubungan dengan propaganda dan tentunya bermanfaat bagi kita semua.



1. Captain America : The Firs Avenger ( 2011 )

Salah satu adegan yang berkaitan dengan propaganda yaitu ketika pihak Amerika menggunakan Captain America untuk melakukan tur teater musikal di beberapa kota besar di wilayah Amerika Serikat seperti Milwalke, Chicago, New York dan Philadelphia. Dan dari adegan atau scene tersebut ada beberapa hal yang sangat menarik berikut hal tersebut.

1. Captain America , entah karena kebetulan atau sebuah perencanaan yang hebat Amerika mampun menciptakan sebuah tokoh atau figure yang dapat menginspirasi dan dicintai oleh rakyatnya, walaupun sebenarnya tokoh ini semula hanya kelinci percobaan terhadap suatu eksperimen besar yang berhubungan dengan pasukan atau prajurit super. Namun sepertinya Amerika sempat merubah pikirannya untuk menjadikannya ikon dari propaganda mereka yang bertujuan merubah dan menggiring opini publik pada saat itu tentang bahaya nazi walaupun di filmnya para pasukan nazi dikhianti oleh salah satu pimpinannya, Johan Schmidt ( Red Skull ) dan akhirnya mereka dirubah menjadi pasukan Hydra. Tokoh atau figure ini sendiri diciptakan menarik dengan kostum kreatif, unik dan mudah dingat dengan warna biru, putih dan merah khas bendera Amerika yang tentunya bisa disukai beberapa kalangan dari anak - anak, remaja, dewasa atau pun yang sudah tua sekalipun. Dengan bentuk khas kuping sayap di kedua telinganya dibagian penutup kepala atau topengnya dan juga logo A yang didahinya.

2. Lagu Star Spangled Man, lagu ini juga diciptakan agar target propaganda juga semakin mudah mengingat propaganda ini, berikut lirik lagu tersebut :

Who’s strong and brave, here to save the American Way?
Who vows to fight like a man for what’s right night and day?
Who will campaign door-to-door for America,
Carry the flag shore to shore for America,
From Hoboken to Spokane,
The Star Spangled Man with a Plan!
We can’t ignore there’s a threat and a war we must win,
Who’ll hang a noose on the goose-stepping goons from Berlin?
Who will redeem, head the call for America,
Who’ll rise or fall,  give his all for America,
Who’s here to prove that we can?
The Star Spangled Man with a Plan!
.
Stalwart and steady and true,
(see how this guy can shoot, we tell ya, there’s no substitute!)
Forceful and ready to defend the
Red, White, and Blue!
Who’ll give the Axis the sack, and is smart as a fox?
(far as an eagle will soar)
Who’s making Adolph afraid to step out of his box?
(He knows what we’re fighting for!)
Who waked the giant that napped in America?
We know it’s no-one but Captain America,
Who’ll finish what they began?
Who’ll kick the Krauts to Japan?
The Star Spangled Man with a Plan!
(Who’s strong and brave, here to save the American way?!)

Yah, setelah melihat lirik lagu tadi, singkat saja lagu ini tentunya berisi dengan pesan - pesan penyemangat atau sedikit memprovokasi kebenak target atau masyrakat yang melihat atau mendengarnya, yaitu Captain America yang rela jatuh bangun demi menyalamatkan dan berjuang untuk negaranya, selaian itu dia juga diberi julukan bintang berkedip yang merupakan simbol di tengah bajunya. Selain itu lagu itu juga memperlihatkan apa yang dilakukan Amerika dan Captain America itu untuk seakan - akan adalah untuk kebaikan. Jadi orang - orang yang asik mendengarnya tak perlu risau karena lagu tersebut merupakan lagu prajurit amerika yang sedang berjuang menyelamatkan negara Amerika.



3. Aksi teater musikal, yah pada masa itu, acara seperti ini juga termasuk acara yang disukai banyak orang, sebenarnya juga ada acara lain yang sejenis. Tapi dengan adanya acara ini masyrakat akan terhibur dengan aksi dari sang pemeran utama yaitu Captain America dan juga beberapa pemeran lainnya seperti penari dan aktor Adolf Hitler. Acaranya itu pun disetting hebat, lucu dan seakan - akan menegangkan dan tentunya menarik untuk dilihat oleh banyak orang terutama anak - anak. Disini pesan propaganda berada pada lagu yang dibawakan, aksi dari pemeran dan mungkin plot ceritanya seperti disalah satu adegan dimana Hitler gadungan diam - diam menyusup untuk membunuh si Captain America tapi malah ditinju dan akhirnya KO. Hal ini tentunya akan menambah pesan tersendiri saat itu yaitu nazi bukanlah kawan yang ramah alias musuh yang harus dibenci dan dimusnahkan.








4. Selain itu juga ada media cetak dan elektronik lain sebagai pendukung seperti poster dan banner yang berisi gambar Captain America yang berpose ala Paman Sam, dimana Captain America mengajak untuk membeli obligasi perang yang tentunya digunakan negara untuk berjuang dalam perang pada saat itu. Selain itu juga ada komik yang berisi kisah dan aksi heroik dari Captain America, yang tentunya sangat inspiratif yang bisa membuat anak - anak tertarik. Dan disini, sama sebelumnya Captain Amerika diimagekan sebagai pahlawan super yang berjuang untuk negaranya untuk mengalahkan musuh negaranya yaitu Nazi. Dengan gambar - gambar menarik maka pesan akan mudah sampai ke benak target dan semakin mudah diingat dan ikon Captain America akan semakin disukai. Hal yang sama juga berada di filmnya yang ditayangkan dibioskop atau mungkin pada saat tur dari teater musikal Captain America.



5. Yang terakhir tentu saja yang paling beruntung dari acara tadi adalah pihak kapitalis atau penyelenggara yang sukses meraup banyak keuntungan dari tour tadi dan ikon Captain America.

Setelah melihat beberapa hal tadi, bisa dibilang bahwa Captain America digunakan sebagai simbol dari negara Amerika Serikat dalam perang melawan Nazi dan sekaligus kegagahan dari bangsa Amerika.



2. Robocop ( 2014 )

Film menarik lainnya yang pas untuk dibahas adalah film Robocop, mungkin reboot film yang satu ini agak sedikit berbeda dari film sebelumnya, namun bukan itu hal menarik yang akan dibahas, namun yang akan dibahas adalah kisah dimana Omnicorp menggunakan robocop untuk kepentingan perusahaannya. Berikut hal menarik tersebut :



1. Robocop, karakter ini hampir sama seperti Captain America itu sendiri, namun beda dengan Captain America, pihak Omnicorp disini ingin merubah image Omnicorp dan opini publik tentang Omnicorp bahwa Omnicorp adalah perusahaan teknologi yang hanya membuat robot untuk berperang atau kepentingan perang, walaupun sebenarnya keinginan dari pimpinan dari Omnicorp, Raymond Sellars adalah ingin robotnya juga hadir di masyarakat atau dapat dibeli oleh masyarakat dan dapat berperan sama dengan robot perang diluar sana yaitu menjaga keamanan negaranya, namun karena image perang yang sudah melekat selain itu robot omnicorp juga tertangkap kamera telah membunuh seorang anak secara brutal, hal ini semakin membuat masyarakat tidak suka, dan undang -undang tentang pelarangan robot pun disahkan yaitu Dreyfuss Act, belum lagi saham Omnicorp yang semakin merosot. 

Nah disini lah propagandanya dimulai, Raymond Sellars gak kehilangan akal, ia mencoba membuat robot dengan image yang humanis dan disukai banyak orang dan tentunya dapat menginspirasi banyak orang, yah, ialah Robocop.Ide ini sendiri sebenarnya sempat membuat Dr. Dennett Norton tidak mau untuk membuatnya karena ide ini dalamnya juga ingin menggabungkan manusia dengan robot. Bentuk Robocop sendiri dimodifikasi sekeren mungkin dan warnanya mirip dengan warna seragam polisi Detroit atau tim SWAT, hal ini dimungkinkan agar image yang didapat berupa image perlindungan dan pelayanan terhadap masyarakat dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan sama seperti tugas polisi di kota Detroit dalam tugasnya untuk melayani masyrakat dan membasmi kriminalitas.

Setelah mendapatkan simbol atau image yang sama dengan polisi diharapkan Robocop dapat melakukan tugasnya dengan baik dan terang saja, ketika pertama kali memperlihatkan Robocop di depan publik, walaupun disini Robocop mengalami sedikit perubahan karean sempat diperbaik karena kerusakan dalam mengingat dan menyimpan memori, ia berhasil menangkap kriminal yang menyusup dikhalayak publik tanpa sepengetahuan polisi. Dari kejadian ini Robocop semakin disukai masyarakat dan undang - undang tentang pelarangan robot bisa dicabut, yah mungkin rencana dari Raymond Sellars disini bisa dikatakan berhasil karena berhasil meraih dukungan masyarakat dan image baik yang didapat.



2. Tayangan Novak Element, yaitu tayangan yang sebenarnya mendukung aksi teknologi berupa robot dalam sebuah kehidupan di masyarakat, walaupun dalam filmnya masih agak misteri apa tujuannya. Tayangan ini berkali - berkali menyindir pemerintah dan politisi tentang bahaya robot dan hebat undang - undang pelarangan robot dan juga tidak henti - hentinya memberikan pesan bahwa robot itu merupakan sebuah hal yang penting didalam masyarakat terutama dalam bidang keamanan. Tayangan ini juga sekilas melihatkan acara debat yang menunjukan bahwa Raymond Sellars itu benar dengan idenya.

Dari dua hal tadi bisa disimpulkan bahwa Omnicorp menciptakan propaganda dengan tokoh Robocop, untuk meraih simpati publik sebagai figure yang melindungi banyak orang dan pada akhirnya berhasil menggagalkan undang - undang pelarangan robot walau diakhir film digagalkan kembali karena permintaan dari Dr Dennett. Selain itu juga tayangan Novak Element yang secara terus menerus memberikan terpaan informasi tentang buruknya politisi dan pemerintahan yang melarang robot di masyarakat.

Mungkin hanya beberapa hal tadi yang bisa saya sampaikan, mohon maaf apabila terjadi kesalahan penulisan, moga - moga bisa bermanfaat bagi semua orang.

Read More

Senin, 20 Januari 2014

Propaganda Film Perang Fiksi Ilmiah Hollywood

// // Leave a Comment
Ya, siapa tidak kenal Hollywood, semua orang pasti mengenal rumah produksi terbesar yang satu ini. Hollywood merupakan salah satu produsen terbesar dalam dunia perfilman. Hollywood adalah sebuah distrik di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Daerah ini terkenal dengan industri perfilmannya di seluruh dunia.

Kita tahu bahwa Hollywood dalam sejarahnya sering melahirkan film - film berkelas baik dari jenis drama sampai film action. Bahkan film - filmnya sering masuk nominasi film terbaik di semua ajang di dunia. Tapi tidak semua film - film itu berhasil meraih pendapatan yang besar atau sukses dipasaran karena ceritanya yang kurang menarik atau mungkin dari segi teknis seperti spesial efek yang biasa saja, namun terlepas dari semua itu Hollywood di mata dunia selalu dikenal sebagai produsen film kelas atas yang selalu ditunggu kehadirannya. Tapi di sela ketenaran film - film tersebut banyak yang secara tidak langsung memberikan makna tertentu bagi penonton bahwa sesuatu yang pantas menjadi tidak pantas, bohong menjadi nyata dan sebaliknya. 

Ya, hal tersebut dituangkan berupa propaganda berbentuk film - film jenis perang fiksi ilmiah yang pernah di produksi Hollywood. Bisa kita lihat banyak film - film perang yang sudah diproduksi Hollywood dari era 50 an hingga sekarang.Propaganda dalam film sendiri sebenarnya bukanlah hal baru, salah satu contoh yang bisa diambil yaitu film terkenal yang dibintangi oleh Aktor ternama Silvester Stallone yaitu Rambo atau First Blood. Film itu juga menggambarkan kisah tentara Amerika, yang hanya sendirian mampu mengalahkan beberapa tentara Vietnam. Dan yang paling banyak dikenal adalah film perang fiksi ilmiah yang muncul diera 90 an yaitu Indenpedence Day. Film yang disutradarai oleh Roland Emerich ini menceritakan tentang perjuangan manusia melawan invasi alien yang pada saat itu Amerika sedang merayakan hari kemerdekaannya. Selain itu yang paling kita kenal yaitu Transformers, film tentang alien robot yang kurang lebih sama namun disini alien baik juga turut membantu manusia untuk melawan alien jahat. Lalu ada film Starship Troopers, Super 8, Battle Los Angeles, The Day The Earth Stood Still yang kurang lebih sama, lalu ada Godzilla dimana manusia berjuang melawan monster raksasa yang mengancam keamanan kota dan juga film Cloverfield yang jalan ceritanya mirip dengan godzilla namun dengan cerita yang lebih kelam. Namun menariknya, tokoh - tokoh protagonis dalam film tersebut kebanyakan digambarkan pada sosok tentara Amerika yang gagah berani dan pantang menyerah. Padahal jika dikaitkan dengan realitas nyata, tentara amerika lebih dikenal sebagai penjajah daripada pahlawan itu sendiri. Hollywood mengambil kesempatan untuk menyebarkan pemikirannya atau merekonstruksi pemikirannya melalui film perang heroik tersebut dimana image tentara Amerika yang buruk menjadi baik dan para penonton yang tidak sadar dan tidak tahu terhibur dan beranggapan bahwa ternyata tentara Amerika itu hebat dan baik, atau mungkin beranggapan bahwa ternyata tentara Amerika tidaklah seburuk yang diberitakan. Dalam kajian sosiologi komunikasi, film seperti ini bisa disebut film konservatif dimana film ini memperlihatkan hagemoni kekuasaan pihak mayoritas atau pihak yang berkuasa.

Kenapa fim perang fiksi ilmiah, mungkin karena film itu yang tergolong netral atau tidak memihak dan menyangkut pautkan dengan pihak lain. Selain itu film tersebut juga paling suka ditonton melihat dari segi film terlaris sepanjang masa dipegang oleh beberapa film fiksi ilmiah. Dan dari hal tersebutlah mungkin ada pihak - pihak tertentu yang ingin memasukan unsur politis secara tidak langsung. Mungkin kita bisa lihat bahwa film - film tersebut juga diproduksi sejalan dengan pemerintahan yang ada, misalnya saja ketika era bush dimana pada saat itu, kebijakan - kebijakan luar negrinya yang lebih memusatkan pada kebijakan timur tengah terutama tentang pemebrantasan teroris seperti Al Qaeda dan juga pada pemberontakan di wilayah pecahan negara Rusia. Dan Pada saat periode jabatannya film Indenpedence Day dirilis, walaupun kebijakan perang Bill Clinton tidaklah segesit dari Presiden George Walker Bush, tetap saja film tersebut berpengaruh bagi pihak Amerika itu sendiri. Misalnya saja film tersebut menggambarkan presiden yang pemberani dan tegas dalam mengambil keputusan dan sosok tersebut juga menggambarkan sosok Bill Clinton itu sendiri dimana, dia berani menentang terorisme yang pada saat itu belum puncaknya dan pemberontak - pemberontak yang mengganggu pemerintahan di kawasan eropa timur. Selain itu juga para tentara - tentara di film tersebut terutama di angkatan udara rela berkorban demi negaranya yang dijajah oleh pasukan mahluk asing. Dan faktanya di tempat lain Amerika secara besar - besaran mendaratkan pasukannya di daerah timur tengah seperti di Afganistan, walaupun target dari pasukan tentara Amerika itu adalah Al Qaeda namun, cara perang Amerika meawan terorisme tersebut seperti membakar habis sebuah hutan atau bisa diatakan benar - benar mengerahkan semua elemen yang ada untuk menyerang markas al qaeda padahal markas tersbetu belum tentu markas al qaeda dan dari kejadian tersebut sudah menewaskan banyak pihak diantaranya adalah rakyat sipil.

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Elizabeth Noelle Nuemann bahwa media dalam hal ini film memiliki efek yang sangat kuat dalam membentuk opini publik. Menurut teori spiral kebisuan, ada tiga karakteristik komunikasi massa yang dapat berpengaruh pada opini publik, yaitu kumulasi (cummulation) atau penimbunan; ubiquitas (ubiquity): keberadaan media yang selalu ada dimana-mana; dan konsonansi (consonance) atau persesuaian antara apa yang disampaikan media massa dengan opini publik.

Media massa memainkan peran penting, sebab media berfungsi sebagai sumber informasi, dimana orang mencari distribusi opini publik. Media massa dapat mempengaruhi spiral kebisuan dengan tiga cara, yaitu satu, media membentuk kesan-kesan tertentu tentang opini mana yang dominan; dua, media membentuk kesan-kesan tertentu tentang opini yang sedang naik atau berkembang; dan ketiga, media membentuk kesan tentang opini yang mutlak diperhatikan khalayak tanpa menampilkannya secara khusus. Istilah spiral kebisuan diberikan didasarkan pada logika bahwa semakin tersebar opini yang dominan oleh media massa dalam masyarakat maka semakin senyap pula suara perseorangan yang bertentangan dengan opini mayoritas tersebut. Dalam hal ini media massa yang berupa film - film perang fiksi ilmiah buatan Hollywood membentuk kesan tentang opini bahwa tentara - tentara Amerika itu kuat, baik dan pantang menyerah untuk membela rakyatnya dan opini - opini yang dibuat tersebut berhasil menenggelamkan fakta sebenarnya dari tentara Amerika itu sendiri yang menjajah negara lain bahkan merusaknya, karena yang ada dibenak publik adalah tentara Amerika adalah pahlawan yang menyelamatkan negaranya.
Dari segi propaganda itu sendiri sebenarnya masuk dalam kategori propaganda film tentunya. Dalam tekniknya menggunakan interaksi simbolik atau bisa dikatakan menggunakan hal - hal menarik misalnya seperti robot, alien dan sebagainya sebagai simbol untuk hal tertentu.
Read More